Kesaksian Murid, Sriyati ( Indramayu )


Semenjak ibu tercintaku menderita sakit-sakitan penyakit yang tidak kasat mata, aku menjadi lebih mengenal dengan yang namanya dunia ghaib. Karena semenjak kecil selalu melihat hal tersebut semakin lama aku semakin menyukai dunia yang tak kasat mata.

Merasa mempunyai hobi hal ghaib maka aku memberanikan diri untuk bergabung dan mengikuti pelatihan ilmu tembus pandang yang di ajarkan oleh KTP, sebuah komunitas praktisi supranatural yang berada di Indramayu. Dengan hati mantap aku sambangi Basecamp KTP bersama dnegan temanku.

Pada saat setelaah proses pembangkitan, oleh master pembimbing aku langsung disuruh latihan gerak rasa, namun anehnya pada saat gerak rasa, gerakanku terasa agak kaku dan nampak seperti meniru gerakan seekor macan, dijelskan oleh master pembimbing, bahwa aku masih perlu melakukan pembersihan dari zat-zat negatif dulu.

Beberapa hari kemudian pada saat aku melakukan latihan dzikir fokus atau dzikir terawangan, tiba-tiba dalam pandangan mata bathin, aku melihat dihadapan wajahku ada sosok seperti pocong yang wajahnya kehitaman dan amat menyeramkan, persis seperti orang meninggal dunia yang dikafani.

Berikutnya adalah ketika sedang dzikir fokus aku dapat melihat sosok kuntilanak berambut panjang dengan pakaian berwarna putih, rupanya sosok kuntilanak tersebut penghuni pohon bambu yang berada dibelakang rumahku.

Pernah pada suatu saat ketika aku sedang silaturahmi di Basecamp KTP, oleh pembimbing aku disuruh ikut membantu proses penyembuhan seseorang yang terkena penyakit ghaib. Pada saat sedang dzikir fokus bareng, aku melihat para pembimbing sedang bertarung dengan beberapa makhluk ghaib yang mengganggu orang yang diobati tersebut.

Aku menyaksikan dalam pandangan mata bathinku, pertarungan antara pembimbing dengan makhluk ghaib persis seperti didalam film-fillm, aku hanya melihat dari kejauhan dari drama pertarungan tersebut, karena aku merasa masih belum berani untuk ikut nimbrung bertarung.

Dan setelah beberapa hari, alhamdulilah aku mendengar kabar bahwa pasien yang diobati tersebut kini kondisinya sudah membaik dan sehat. Itulah pengalamanku setelah mengikuti pembangkitan ilmu tembus pandang, dan kini aku sedang terus giat berlatih untuk terus meningkatkan kemampuanku.

1 komentar untuk "Kesaksian Murid, Sriyati ( Indramayu )"